09.00 - 19.00 WIB
298 23249
0812 8817 7050
gmisejahtera@gmail.com
Jumlah = pcs
Keranjang

KERJASAMA

 PROGRAM INSAN SEHAT SEJAHTERA

 

 

LATAR BELAKANG

Beban kehidupan yang menimpa saudara-saudara kita karena tidak memiliki pekerjaan semakin berat dari hari ke harinya. Di Republik ini, saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 60 juta orang miskin, dimana belasan juta diantaranya merupakan para penganggur .

Berbagai upaya memang diupayakan oleh pemerintah dan masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita tersebut. Namun hingga saat ini belum ditemui sebuah tolok ukur mengenai berhasil tidaknya upaya itu apabila ditinjau dari aspek kuantitatif maupun kualitatif. Realitas justru mengungkapkan tingkat pengangguran di negara kita semakin membengkak dari tahun ke tahun.

Di samping masalah tingginya angka pengangguran, yang termasuk juga rawan adalah pengangguran tenaga terdidik, yaitu angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas dan tidak bekerja. Fenomena ini patut diantisipasi sebab cakupannya berdimensi luas, khususnya dalam kaitannya dengan strategi serta kebijakan perekonomian dan pendidikan nasional.

Selama ini salah satu kekurangan Depnakertrans yang sangat vital ada pada masalah penyebaran informasi. Di Depnakertrans itu ada pelatihan calon tenaga kerja, tetapi tidak pernah disosialisasikan secara meluas, padahal bantuan dari lembaga swadaya masyarakat asing ada.

Selain pekerjaan di sektor formal, sektor informal pun sangat potensial untuk dikembangkan. Jiwa wiraswasta harus dikembangkan kepada seluruh masyarakat dan jaminan hari tua bagi para wiraswasta terutama sektor menengah dan kecil pun patut dipikirkan.

Faktor utama lain yang mengakibatkan terjadinya pengangguran adalah biaya pendidikan yang makin mahal. Perihal ini disebabkan menguatnya liberalisasi ekonomi dan krisis multidimensi memberikan legitimasi bagi pemerintah untuk melakukan privatisasi pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah kemudian diserahkan kepada pihak swasta. Akibatnya,pendidikan menjadi barang mewah dan sulit dijangkau oleh mereka yang berkantong tipis. Saat ini, biaya pendidikan untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) saja mulai dari Rp 45 juta hingga 1 miliar menjadi faktanya. Privatisasi pendidikan dapat dilihat dari seberapa besar anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah. Bila dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, tingkat privatisasi pendidikan di Indonesia merupakan yang tertinggi. (PR, 26/7/2004).

 

Adapun hal yang tak kalah pentingnya dari akumulasi kemiskinan dan pengangguran nasional ini adalah penggusuran yang tak pernah berhenti. Penggusuran terus terjadi. Dari berbagai lokasi penggusuran di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, puluhan ribu orang tiba-tiba menjadi terlantar. Sebagian besar dari mereka tak mungkin pergi ke mana-mana. Di desa asalnya mereka juga tak punya apa-apa. Di kota pun selama ini mereka hidup di sektor informal dengan kemampuan ekonomi yang marjinal. Kalaupun ada tawaran pemindahan ke lokasi lain, sering hal itu tidak memberikan akses ekonomi yang mudah. Akhirnya, mereka akan kembali menempati kolong jembatan, bantaran sungai, dan lahan-lahan kosong lainnya, yang dekat dengan lokasi tempat mereka bisa mengais sesuap nasi.

 

Dalam rangka mengantisipasi dampak era Globalisasi dan Perdagangan bebas serta kesenjangan Sosial Ekonomi yang makin tajam ini, maka sudah selayaknya apabila pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia mempunyai kesadaran dan kesiapan untuk ikut serta dalam membangun Indonesia dari keterpurukan dan kemiskinan yang merajalela . Mengingat hingga pada saat masih tingginya tingkat penggangguran , dan rendahnya sumber daya Manusia {SDM}  yang semakin sulit untuk berkarya dan bersaing  untuk sebuah kehidupan yang layak dan berkualitas.

 

Indonesia adalah negara nomor satu terkaya akan tumbuhan dan tanaman bahkan mewarisi lautan yang sangat luas   dan banyak  lagi Sumber Daya Alam lain  yang dimiliki, Alangkah ironisnya  bila masyarakat dan pemerintah tak mampu  mengelola  dan  memanfaatkan  kekayaan yang  berlimpah ini  dan membiarkan  tangan-tangan asing mengeruk  dan  “menelanjangi”  martabat  dan  Kedaulatan negri ini.

 

Untuk mengatasi hal tersebut di atas maka yang harus kita prioritaskan adalah memberikan kesadaran serta pembinaan dengan membekali sebuah Pendidikan dan Ketrampilan kepada seluruh masyarakat terutama masyarakat yang kurang mampu atau bagi yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formalnya di Sekolah atau Perguruan Tinggi sehingga mereka memiliki bekal ( Life Skill) untuk memperbaiki taraf kehidupan sehari-hari.

 

 

REVOLUSI INDUSTRI KEBUGARAN

 

WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO) pada tahun 1984, menyerukan kepada seluruh lembaga kesehatan di dunia untuk melakukan sebuah gerakan yang disebut sebagai ”BACK TO NATURE”. Seruan yang disambut oleh dunia dengan semakin banyaknya kajian dan penelitian yang dilakukan pada bidang kesehatan natural. Selain itu pula, memunculkan juga sebuah trend baru dalam dunia kesehatan.

Prof. Paul Zane Filzer; ekonomi, pengajar di Harvard University dan penasehat pada dua masa kepresidenan Amerika Serikat, dalam bukunya THE NEXT TRILLION menyatakan bahwa tahun 2010, tambahan 1 triliun dollar pertahun dari ekonomi Amerika akan dibelanjakan ke WELLNESS INDUSTRY  (Industri Perawatan Kesehatan dan Kebugaran). Industri yang akan membuat orang menjadi lebih sehat, memperbaiki penampilan, memperlambat penuaan, mencegah penyakit. Industri ini diperkirakan akan mengalami peningkatan 500 kali pertumbuhan, karena saat ini pembelanjaan yang dilakukan pada industri ini 200 milyar pertahun, separuh dari penjualan mobil di Amerika, dan akan meningkat menjadi 1000 milyar pertahun pada tahun 2010.

WELLNESS INDUSTRY berbeda dengan ILLNESS INDUSTRY. ILLNESS INDUSTRY diwakili oleh rumah sakit, klinik dan  metoda pengobatan yang menitik beratkan pada perawatan orang sakit menjadi sehat. ILLNESS INDUSTRY hanya akan didatangi oleh orang-orang yang sakit, tidak akan didatangi oleh orang yang sehat. Sedangkan WELLNESS INDUSTRY, menjadi media bagi orang-orang yang tidak hanya ingin sehat tapi menjadi BUGAR, sebagaimana yang sudah dibahas di atas. Konsep kesehatan yang dibangun di dalamnya berdasarkan atas kesadaran tentang adanya kesatuan komponen (fisik, mental, emosonal dan spiritual), yang disebut sebagai HOLISTIC MEDICINE.

 

GREEN MEDICINE INSTITUTE, merupakan lembaga yang menitik beratkan pada pengembangan potensi sehat secara holistik.  Pengembangan yang dilakukan dengan pelayanan dan penyebaran informasi lewat pendidikan dan pelatihan, di bidang holistic medicine. Berbagai kegiatan pelatihan kesehatan natural telah dilakukan oleh GREEN MEDICINE INSTITUTE dengan beberapa lembaga baik pemerintah, swasta dan organisasi massa.

 

 

DASAR

  1. Kebijakan Dirjen. Pendidikan luar sekolah dan Pemuda tentang penyelengaraan program pendidikan kecakapan hidup life skill pendidikan luar sekolah tahun 2003
  2. Pedoman penyelengaraan Program Pendidikan Kecakapan Hidup life skill Pendidikan luar sekolah Tahun 2003

 

MAKSUD DAN TUJUAN

 

  1. Maksud

Maksud diadakannya program Kecakapan Hidup adalah satu dari kepedulian  dalam membantu masyarakat  yang tidak sehat dan kurang beruntung dan belum memiliki ketrampilan khususnya di bidang Kesehatan dan Pengobatan

 

  1. Tujuan

Tujuan  diadakannya program Kecakapan Hidup adalah untuk pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pengetahuan bagi masyarakat yang membutuhkan suatu ketrampilan tertentu. Hal ini hanya dapat diperoleh melalui jalur Pendidikan Luar Sekolah sehingga hasilnya akan dapat mereka gunakan sebagai bekal untuk membantu masyarakat dan modal hidup untuk usaha sejajar dengan masyarakat lainnya.

SASARAN / WARGA BELAJAR

 

Sasaran pelaksanaan PROGRAM INSAN SEHAT SEJAHTERA  yang kami selengggarakan adalah warga masyarakat yang kurang beruntung dalam kesempatan dan memiliki kemauan  dan motivasi tinggi untuk belajar dan membekali dirinya dengan pelatihan ini  hingga dapat menyelesaikan pendididkannya dan dapat mengasosiasikan ketrampilannya di tengah-tengah masyarakat.

 

Berbagai persyaratan yang kami  pergunakan untuk penerimaan calon peserta adalah sebagai berikut :

  1. Usia Dewasa
  2. Foto copy KTP
  3. Foto copy Kartu keluarga
  4. Surat Keterangan Tidak mampu dari pejabat setempat
  5. Bersedia mengikuti Kegiatan Pelatihan Sampai selesai

 

JUMLAH PESERTA

 

Jumlah peserta pelatihan Program Pendidikan Wirausaha Bidang Kesehatan Natural kami rencanakan sebanyak   1000  peserta

 

 

JENIS DAN PROGRAM

 

  1. Jenis Ketrampilan : Terapi kesehatan dan pengobatan Herba

2  Lama  Belajar                 :   3  Bulan

  1. Pelajaran Teori :   40 %
  2. Praktek : 60%
  3. Materi Pembelajaran meliputi :

 

  1. MATERI UMUM
  • Pelatihan rohani
v  Pelatihan Motivasi dan leadership
v  Pelatihan kewirausahaan
  1. MATERI KHUSUS
v  Konsep Kesehatan Totalitas
v  Anatomi Fisologi
v  Deteksi dan Diagnosa Penyakit
  1. Analisa Telapak Tangan
  2. Analisa Denyut Nadi
  3. Analisa Iridologi
  4. Analisa Kinesiology
v  Terapi, meliputi :
  1. Herbalogi
  2. Hijamah
v  Pengelolaan klinik dan pola kemitraan

 

 

JADWAL PELATIHAN

 

  • Hari :   Senin  s/d  Sabtu
  • Waktu                  :    00 – 18.00 WIB

 

FASILITAS

 

  1. Peralatan Tulis
  2. Diktat/ Modul
  3. Peralatan Praktek
  4. Bahan Praktek
  5. Konsumsi
  6. Asrama
  7. Sertifikat Pelatihan
  8. Pengembangan Program dan Usaha

 

 

TEMPAT PELATIHAN

 

  • Kantor Pusat : Jl. Mekarsari Lembah Hijau

Telp / Fax :  021 – 93772873, 081319503494

  • Perwakilan GREEN MEDICINE INSTITUTE di wilayah masing-masing

 

 

KRITERIA PENGAJAR

 

  • Warga Negara Indonesia
  • Memiliki kesadaran nasional yang tinggi
  • Memiliki sifat kepemimpinan
  • Memiliki kemauan dan kemampuan sebagai pendidik yang sanggup memberikan bimbingan dan pelatihan
  • Sabar dan Tekun memberikan bimbingan kepada Peserta
  • Mampu memberikan motivasi belajar kepada Peserta
  • Mampu membuat suasana belajar yang nyaman dan aman

 

METODA BELAJAR

 

  • Ceramah
  • Diskusi
  • Demontrasi
  • Peragaan
  • Kerja Kelompok
  • Pemberian Tugas
  • Tanya jawab
  • Latihan Kerja Nyata

 

SIMULASI BELAJAR

 

Untuk kelangsungan dan memotivasi peserta belajar dalam proses kegiatan belajar mengajar di bidang  Kesehatan dan Pengobatan perlu diberikan simulasi belajar yang merupakan dorongan dan support untuk belajar  antara lain :

 

  • Diadakan lomba antar peserta belajar
  • Memberikan tanda penghargaan bagi tenaga pengajar
  • Memberikan tanda penghargaan bagi warga belajar yang berprestasi
  • Memberikan kesempatan bagi peserta untuk magang di Griya Sehat sebagai mitra kerja
  • Siap memberikan bantuan konsultasi tentang perkembangan terapi kesehatan dan pengobatan bagi peserta  yang telah selesai  belajar dan memiliki kesulitan dalam  praktek di tempat kerjanya

 

MITRA KERJA

 

  1. Rekrutmen Siswa

Mitra Kerja Lembaga Pendidikan Luar Sekolah “GREEN MEDICINE INSTITUTE“   untuk perekrutan peserta adalah terdiri dari Instansi Pemerintahan mulai dari Kelurahan kecamatan dan Pemerintahan Kota, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi, Kantor, Sekolah, Majlis Taklim, Pesantren dll. Dalam perekrutan calon peserta, kami menyebarkan edaran yang berupa Proposal kegiatan, spanduk, pamplet ,brosur dll. yang berisikan tata cara mengikuti Program Pendidikan Kecakapan  ini dengan tanpa di punggut biaya atau Gratis.

 

  1. Pelaksanaan proses Pembelajaran

Untuk kelangsungan program pembelajaran dapat dilakukan kerjasama dengan

  1. Dinas pendidikan dan ketenaga kerjaan daerah
  2. Dinas sosial atau Dinas pemerintah terkait
  3. Tenaga Pengajar dari lembaga seprofesi
  4. Griya Sehat sebagai evaluasi pelatihan kecakapan dan ketrampilan selama mengikuti pendidikan kecakapan hidup life skill
  5. Yayasan Pendidikan dan Ketrampilan
  6. Lembaga Swadaya Masyarakat

 

  1. Tahap Akhir

Pada tahap yang terakhir dalam latihan ini peserta diharapkan  :

  1. Mengerti dan memahami keseluruhan pelajaran yang diberikan
  2. Dapat melaksanakan dan memperaktekkan Ketrampilannya  untuk dirinya
  3. Dapat melaksanakan dan mempraktekan ketrampilannya untuk Masyarakat
  4. Dapat memasuki lapangan pekerjaan di bidang kesehatan dan pengobatan dengan mengutamakan mutu dan kwalitas yang baik
  5. Selesai Pelatihan mendapatkan Surat Tanda tanda selesai belajar

 

 

MEKANISME KEGIATAN

 

  1. Pendidikan

Kegiatan pendidikan dibagi menjadi dua tahapan:

  1. Perkuliahan
    • Masa perkuliahan berlangsung selama 10 hari  atau 100 jam
    • Setiap bulan terdiri dari 2 gelombang
    • Setiap gelombang terdiri dari 4 kelas
    • Setiap kelas terdiri dari 20 orang
    • Metoda belajar meliputi klasikal, diskusi, workshop serta penugasan
    • Evaluasi belajar dilaksanakan setelah tiga bulan
    • Evaluasi meliputi ; ujian tulis, lisan dan praktek
    • Jumlah Peserta belajar tiap bulan adalah 160 Orang untuk 2 gelombang
  2. Aplikasi dan sosialisasi
    • Kegiatan ini dilaksanakan setelah peserta menyelesaikan masa perkuliahan
    • Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan
    • Setiap 5 orang peserta bersama membuat tempat kegiatan, yang akan bertindak sebagai cabang dari GRIYA SEHAT HOLISTICARE di daerah yang akan ditentukan sesuai kesepakatan pengurus pusat dan peserta
    • Kegiatan di tempat tersebut meliputi klinik, penyuluhan, bakti sosial, presentasi dan pelatihan
    • Biaya operasional cabang selama tiga bulan pertama akan disubsidi dari pusat
    • Setiap bulan pengurus cabang diminta memberikan laporan seluruh kegiatan format laporan terlampir
    • Tiap provinsi harus memiliki satu kepengurusan wilayah, yang terdiri dari beberapa cabang GRIYA SEHAT HOLISTICARE
    • Pengurus wilayah berkewajiban hadir dalam pertemuan setiap enam bulan dengan pengurus pusat
    • Setiap satu semester pengurus pusat akan melaporkan ke donatur kegiatan yang dilaksanakan di seluruh wilayah
    • Setiap dua tahun, seluruh peserta diwajibkan melakukan reevaluasi ilmu yang yang telah diberikan selama masa pendidikan.
    • Reevaluasi dilakukan tiap bulan Juni

 

  1. Tunjangan Pendidikan

Dalam menjalani seluruh kegiatan pendidikan, setiap peserta akan mendapatkan subsidi dari pengurus pusat. Subsidi meliputi biaya training, biaya hidup selama training, persiapan pembukaan cabang

 

  1. Lapangan Pekerjaan

Lapangan pekerjaan yang diberikan dari PROGRAM INSAN SEHAT SEJAHTERA ini adalah meliputi : klinik natural, herbal shop, kursus pengobatan natural, dll.

 

RENCANA PENGGUNAAN DANA

 

Rencana penggunaan dana PROGRAM INSAN SEHAT SEJAHTERA adalah sebagaimana tercantum pada lampiran I

SARANA DAN PRASARANA

 

  1. Sarana prasarana yang kami miliki adalah :
  1. Ruang Belajar untuk Teori Ukuran : 2 ruangan 4 x 5 meter
  2. Ruang Belajar untuk Praktek Ukuran : 6 x 9 meter
  3. Lingkungan daerah Depok Jawa Barat
  4. Ruang Belajar ber AC
  5. Persediaan Air bersih cukup memadai
  6. Kondisi Lingkungan yang nyaman

 

  1. Sarana Belajar yang tersedia adalah :
    1. Papan Tulis
    2. Buku–buku pelajaran
    3. Compact Disks
    4. Poster
    5. Alat peraga
    6. Blood tenser
    7. Penlight
    8. Cupping glasses
    9. Needles
    10. Lanchets
    11. Cottons
    12. Alkohol
    13. Fench
    14. Tissue
    15. Body oil
    16. Timer
    17. Gloves

 

 

STAFF PENGAJAR

 

Dalam Penyelenggaraan Pelatihan Program Kecakapan Hidup kami memiliki  beberapa pengajar yang telah berpengalaman  di dunia kesehatan dan pengobatan baik Modren atau Tradisional.

 

 

PENUTUP

 

Demikian Proposal yang kami susun dengan harapan dapat digunakan sebagai acuan / gambaran singkat tentang pelaksanaan Pelatihan Program Kecakapan Hidup {Life Skill} bidang  Kesehatan dan Pengobatan Natural, tentunya dalam penyusunan proposal ini masih banyak kekurangan untuk itu kami mengharapkan semua pihak yang berkaitan dengan program ini dapat membantu agar program kami dapat terlaksana.

 

Atas kebijakkannya kami ucapkan terimakasih

 

RENCANA PERINCIAN DANA

PROGRAM INSAN SEHAT SEJAHTERA

 

 

Jenis Kursus                            :  Kesehatan Natural

Proses Pembelajaran              :  1 Tahun

Tempat Pelatihan                    :  GRIYA SEHAT HOLISTICARE`

Penanggung Jawab                :  Suhendra

 

  1. ANGGARAN BIAYA PELATIHAN 5 TERAPIS DAN PER– 1 UNIT GRIYA SEHAT

 

Biaya pendidikan 5 orang (1 Kelas)

  • Konsumsi : 10 orang @ 10 hari @ Rp. 5000,- Rp.        5.000.000
  • Makalah : 5 orang @ Rp. 200.000                                                1.000.000
  • Tim Instruktur: 10 hari @ Rp. 1.000.000       10.000.000
  • Dokumentasi                                                                        500.000
  • Seminar Kit : 5 x 200.000         1.000.000
  • Transportasi : 5 x 10 hari x Rp.50.000         2.500.000
  • Perlengkapan : 10 hari x Rp. 500.000         5.000.000
  • Sertifikat : 5 x 30.000                                                       Rp.           150.000
  • Tempat 10 hari x 500.000         5.000.000

Total =                                    Rp.    30.150.000

 

 

1. Biaya pendidikan 1 orang                                                            Rp.     6.030.000

 

  1. Biaya Persiapan Klinik
  • Peralatan dan bahan
  1. Alat Bekam 5 buah @ Rp. 50000 Rp.         2.500.000
  2. Lancet 5 kotak @ Rp. 10000                     Rp.            500.000
  3. Lancing Device 5 buah @ Rp. 10000                 Rp.            500.000
  4. Tensimeter 2 buah @ Rp. 200.000             400.000
  5. Stetoskop 2 buah @ Rp. 2000 Rp.            400.000
  6. Nier Bekken 4 buah @  Rp 50.000                                           200.000
  7. Pen Light 2 buah @ Rp. 50.000                             100.000
  8. Meja pasien 1 buah @ Rp. 000.000                 Rp.         1.000.000
  9. Kursi 6 buah @ Rp 2000 Rp.         1.250.000
  10. Kapas 5 kg @ Rp. 5000             250.000
  11. Tissue 10 gulung @ 3.000                     Rp.            600.000
  12. Persediaan obat                          5.000.000
  13. Lemari obat dan alat                          2.000.000
  14. Patung Akupuntur                                             300.000
  15. Sterilisator          1.000.000
  16. Bahan Sterilisasi          2.000.000
  17. Kursi bekam 3 unit          4.500.000
  18. Bisturi 5          1.000.000
  19. Meja konsultasi dan administrasi          1.000.000
  20. Komputer          1.000.000
  21. Kursi                                                             300.000
  • Plank             300.000
  • Promosi Rp          500.000
  • Perizinan          2.000.000
  • Biaya operasional 3 bulan : 5 x Rp. 2.000.000        10.000.000
  • Biaya ujian Kompetensi Profesi ABI @ Rp.1.000.000          7.000.000

 

 

Total =                                    Rp.       46.600.000

 

  1. ANGGARAN BIAYA PELATIHAN 1000 TERAPIS DAN 200 UNIT KLINIK

 

  • Biaya total seluruh peserta à Rp. 46.600.000  +  30.150.000 =    76.750.000
  • Total Anggaran   tiap 1 peserta =  76.750.000 (1 unit klinik* ) : 5 peserta  =  Rp.  15.350.000,-

RENCANA PERINCIAN DANA *

PROGRAM INSAN SEHAT SEJAHTERA

 

 

Jenis Kursus                            :  Kesehatan Natural

Proses Pembelajaran              :  1 Tahun

Tempat Pelatihan                    :  GRIYA SEHAT HOLISTICARE`

Penanggung Jawab                :  Suhendra

 

  1. ANGGARAN BIAYA PELATIHAN 30 TERAPIS DAN PER– 6 UNIT GRIYA SEHAT

 

Biaya pendidikan 30 orang (6 kelas)

  • Konsumsi : 40 orang @ 10 hari @ Rp. 5000,- Rp.      20.000.000
  • Makalah : 30 orang @ Rp. 200.000                                              6.000.000
  • Tim Instruktur: 10 hari @ Rp. 1.000.000                              10.000.000
  • Assisten Instruktur 10 hari @ Rp. 500.000         5.000.000
  • Dokumentasi                                                                        500.000
  • Seminar Kit : 30 x 200.000         6.000.000
  • Transportasi : 30 x 10 hari x Rp.50.000       15.000.000
  • Perlengkapan : 30 hari x Rp. 500.000       15.000.000
  • Sertifikat : 30 x 30.000                                                     Rp.           900.000
  • Tempat : 10 x Rp. 500.000                                                             5.000.000

 

 

Total =                                    Rp.      83.400.000

 

 

1. Biaya pendidikan 1 orang                                                            Rp.         2.780.000

 

  1. Biaya Persiapan Klinik
  • Peralatan dan bahan
  1. Alat Bekam 30 buah @ Rp. 50000 Rp.        15.000.000
  2. Lancet 30 kotak @ Rp. 10000                   Rp.          3.000.000
  3. Lancing Device 30 buah @ Rp. 10000 Rp.          3.000.000
  4. Tensimeter 12 buah @ Rp. 200.000           2.400.000
  5. Stetoskop 12 buah @ Rp. 2000 Rp.          2.400.000
  • Nier Bekken 24 buah @  Rp 50.000                                       1.200.000
  1. Pen Light 12 buah @ Rp. 50.000                              600.000
  2. Meja pasien 6 buah @ Rp. 000.000 Rp.          6.000.000
  3. Kursi 36 buah @ Rp 2000 Rp.          7.200.000
  4. Kapas 30 kg @ Rp. 50.000           1.500.000
  5. Tissue 120 box @ 30.000                      Rp.          3.600.000
  6. Persediaan obat 6 griya         30.000.000
  7. Lemari obat dan alat 6 griya                         12.000.000
  8. Patung Akupuntur 6 griya                                           1.800.000
  9. Sterilisator 6 griya           6.000.000
  10. Bahan Sterilisasi 6 griya         12.000.000
  11. Kursi bekam 18 unit         27.000.000
  12. Bisturi 30           6.000.000
  13. Meja konsultasi dan administrasi 6           6.000.000
  14. Komputer 6                                                                       6.000.000
  15. Kursi 6                                                                                        1.800.000
  • Plank 6           1.800.000
  • Promosi 6 Rp           000.000
  • Perizinan 6         12.000.000
  • Biaya operasional 3 bulan : 30 x Rp. 2.000.000         60.000.000
  • Biaya ujian Kompetensi Profesi ABI 6 @ Rp.1.000.000Rp. 42.000.000

 

 

Total =                                    Rp.      279.300.000.000

 

  1. ANGGARAN BIAYA PELATIHAN 1000 TERAPIS DAN 200 UNIT KLINIK

 

  • Biaya total seluruh peserta à Rp. 300.000  +  83.400.000 =  Rp.  362.700.000
  • Total Anggaran   tiap 1 peserta =  68.750.000 (1 unit klinik* ) : 30 peserta  =  Rp.  12.090.000,-